hm.. menurut gw.. walaupun cerita pendek.. lebih baik bagian
ke 1 : Ahmad (53th ) dan Soeryatmo (50th ) sedang duduk bermain catur di ruang tengah, mereka pun terlibat dalam perdebatan tentang kebenaran dan kesalahan pada Mei 1998, tapi debat kusir mereka diakhiri dengan acara minum kopi berdua dengan penuh tawa.
ceritanya lebih baik adanya dialog cerdas atau menyingung politik di indonesia,
supaya mereka2, sadar, yang menghancur kan indonesia atau membawa masa kelam indonesia pada taun 1998 itu politik indonesia itu sendiri..
ke 2: Bunda (50th ) berdebat dengan anaknya Bagas (19th) seorang mahasiswa yang ingin sekali ikut berdemo tapi Bunda melarangnya, jadi Bagas pun terpaksa kabur dari rumah, tapi pada akhirnya Bagas pun pulang tanpa mengikuti demo sampai tuntas karena ingat dengan Bunda. Dan Akhirnya mereka pun saling memeluk dan melupakan semua kejadian yang pernah terjadi.
ceritanya lebih baik di ubah, kalau anaknya menjadi salah satu korban demo, atau mengambarkan situasi di mana si bagas, menjadi salah satu point korban dari permainan politik di indonesia.. dan juga plot ceritanya lebih fokus ke ibu karena kehilangan anaknya, dan kehidpuan si ibu setelah di tingalkan sama si bagas..
perlu di inget 1998, itu sangat memakan korban jiwa dari yang di laporkan, begitu juga dengan pemerkosaan terhadap ce keturunan cina.. hal tersebut perlu di angkat, mengingat .. isue tersebut sudah di redam sama pemerintah..
1 hal lagi.. supaya makna yang mau lo sampaikan dapat di mengerti oleh orang lain, mengingat rasa persatuan kita sudah kurang, hal ini juga mengingatkan kita pada perjuangan mahasiswa yang telah berjuang untuk reformasi.
nb: btw gw suka ide cerita film pendek ini..
