|
Indra, lelaki kelahiran 9 Januari 1973 itu, besar saat panggung perfilman nasional mulai bangkit kembali. Tak heran, meski aktingnya juga tak terlalu mempesona, dia jadi pelanggan pada sejumlah film. Sering dia tampil di layar lebar bersama sahabatnya di Extravanza, Tora Sudiro.
Kalau sekarang Indra mulai coba-coba terjun dari produser, sejatinya itu juga tak muncul begitu saja. Dulu, bungsu dari tiga bersaudara ini juga sempat membuat film pendek. Rest Room judulnya.
"Produser film adalah pekerjaaan yang saya inginkan. Akhirnya, pertemanan dan kerjasama dengan Reza dan Rako yang sudah ada sejak lama, mampu juga diwujudkan. Dulunya, kita memulainya dari main band bareng, sekarang bisa bikin film," kata Indra Birowo, Sabtu (26/7), saat peluncuran film yang diproduserinya, Oh, My God! di Jakarta.
Indra merasa puas memulai debut awalnya sebagai produser film. Menurutnya, setidaknya profesi ini menghadirkan tantangan baru baginya. "Setidaknya saya berkarier di bidang pekerjaan baru. Film ini membuat saya mempelajari banyak hal. Saya menganggapnya sebagai langkah awal untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi atau besar nantinya," ujar Indra, kelahiran Jakarta.
Belajar tak pernah ditinggalkan Indra. Juga saat dia berlakon di sejumlah film layar lebar. Ini pulalah salah satu yang jadi modalnya ketika dia mencoba naik kelas menjadi produser.
Sebagai aktor, dia sudah tampil di berbagai film dengan beragam genre. Sejak melakukan debut akting dalam film Bintang Jatuh (2000), tawaran demi tawaran datang dan disabetnya. Jadilah Indra tampil di sejumlah film seperti Tragedy, Eliana-Eliana, Arisan!, Menggapai Matahari, Banyu Biru, Janji Joni, Gie, Pierre Tendean, Ekspedisi Mahadewa, D'Bijis, Naga Bonar Jadi 2 sampai Tri Mas Getir.
Kini, hasil belajar dan mengobrol dengan teman-teman dan tim kerjanya yang memiliki rasa yang sama, bisa ditumpahkan secara maksimal di film Oh, My God! "Secara pribadi, saya cuma berusaha fokus dan bertanggung jawab atas apa yang saya kerjakan sebagai produser. Senangnya, saya bertemu orang-orang yang tepat. Salah satunya sutradara hebat saya, Rako Prijanto. Hasilnya, saya merasa puas," ujar Indra.
Indra yang dulu sempat membuat film pendek Rest Room ini menambahkan, "Jujur, setelah ini bakal terus ada film-film atau karya-karya yang lain. Ini saya jadikan sebuah trial and error untuk menapaki tingkat yang lebih tinggi."
Lantas bagaimana dengan kariernya di dunia akting? "Selama saya memang masih diperlukan, saya bakal terus menjadi aktor. Tanggung jawabanya berbeda dengan pekerjaan produser. Saya profesional saja. Saya jalani sesuai tanggung jawab dan kemampuan. Bagi-bagi sesuai porsinya," tutup Indra
|