|
Malam Pertama Gagal
Sedikitnya 130 warga RT 11 dan RT 12, RW 04, Dusun Ngampel, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan, dari sekitar 350 undangan dalam acara hajatan pernikahan pasangan Wakid Aspari (27) dan Nuril Maulidah (25) keracunan. Jumlah korban keracunan akibat mengonsumsi makanan hajatan tersebut dipastikan lebih banyak lagi karena makanan itu juga dikonsumsi keluarga mempelai laki-laki yang berasal dari Kulon Progo, Yogyakarta.
Masduki (45), paman mempelai putri, membenarkan keracunan juga dialami keluarga pengantin lelaki yang sudah pulang ke Kulon Progo. "Para pengiring pengantin lelaki juga keracunan, tadi sudah saya tanyakan lewat telepon,” kata Masduki, Senin (18/8).
Tidak itu saja, sajian makanan tersebut juga meracuni kedua pengantin. Keduanya kini terkapar lemas sehingga tak bisa menikmati malam pertama.
Kondisi yang sama juga dialami kedua orangtua mempelai perempuan, Ismadi (54) dan Solipatun (51). Hingga kemarin, korban yang terdata berjumlah 112 orang rawat jalan dan sebanyak 18 orang harus rawat inap di Ruang UGD Puskesmas Takeran.
Tarwoto, Ketua RT 11 Dusun Ngampel, mengatakan, sebanyak 36 warga rata-rata merasakan mual kemudian muntah, nyeri kepala, kerap buang air besar, serta mengeluh lemas seusai menyantap hidangan makanan itu.
"Rata-rata setiap keluarga di RT sini yang mengeluh 2 sampai 5 orang. Mereka mengeluhkan dengan keluhan yang sama dan waktu yang hampir bersamaan, yakni Minggu (17/8) kemarin," katanya kepada Surya, Senin.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Dusun Ngampel Rohmat. Menurutnya, korban yang keracunan di RT 12 (domisili pemilik hajatan) sedikitnya 40 orang, termasuk Ketua RT Ikhsannuddin (59) juga masih tergolek lemas. Kami yakin jumlah korbannya lebih banyak lagi. Sebab kan ini baru terhitung untuk undangan yang berada di dua RT ini saja, sedangkan untuk undangan di luar dua RT ini atau di luar Madigondo juga cukup banyak," imbuhnya.
Sementara itu, Masduki (45), yang juga adik kandung Ismadi, mengatakan, pihaknya tidak tahu persis makanan jenis apa yang meracuni para tamu karena makanan yang disajikan dalam resepsi itu beragam. Kini makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan massal itu sudah diambil petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan untuk dibawa ke laboratorium.
|