|
Viagra dan Paxil Membantu Penderita Ejakulasi Dini
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Viagra jika dikombinasikan dengan Paxil dapat membantu penderita ejakulasi dini yang tidak memperoleh kesembuhan dengan terapi standar.
Jika seorang pria mengalami ejakulasi dini, maka dokter akan merujuknya ke psikiater atau pada seorang seks terapis atau akan memberikan resep obat termasuk Paxil yaitu suatu antidepresan atau lidokain salep yaitu salep pemati rasa yang dioleskan pada kepala penis sebelum melakukan hubungan seksual.
Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Urologi Amerika Serikat di Orlando, Florida. Penelitian ini meneliti 138 penderita ejakulasi dini yang mengawali pengobatannya dengan menggunakan salep lidokain. Tigapuluh delapan penderita puas dengan cara ini. Sisanya 100 orang mulai mengkonsumsikan Paxil dan 42 orang diantaranya puas dengan menggunakan Paxil tersebut. Sedangkan 58 penderita menggunakan Paxil yang dikombinasikan dengan Viagra.
Setelah lebih dari 3 bulan pengobatan, pria-pria yang menggunakan 1 dosis Paxil yang diminum 7 jam sebelum hubungan seks dan 1 dosis Viagra yang diminum 1 jam sebelum melakukan hubungan seks. Mereka menandai berapa lama mereka mampu melakukan hubungan seksual mulai saat penetrasi penis ke dalam vagina hingga terjadinya ejakulasi. Pada awalnya, mereka dapat memperpanjang hubungan seks paling sedikit 1 hingga 3 menit.
Jika seorang pria mengalami ejakulasi dini, maka dokter akan merujuknya ke psikiater atau pada seorang seks terapis atau akan memberikan resep obat termasuk Paxil yaitu suatu antidepresan atau lidokain salep yaitu salep pemati rasa yang dioleskan pada kepala penis sebelum melakukan hubungan seksual.
Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Urologi Amerika Serikat di Orlando, Florida. Penelitian ini meneliti 138 penderita ejakulasi dini yang mengawali pengobatannya dengan menggunakan salep lidokain. Tigapuluh delapan penderita puas dengan cara ini. Sisanya 100 orang mulai mengkonsumsikan Paxil dan 42 orang diantaranya puas dengan menggunakan Paxil tersebut. Sedangkan 58 penderita menggunakan Paxil yang dikombinasikan dengan Viagra.
Setelah lebih dari 3 bulan pengobatan, pria-pria yang menggunakan 1 dosis Paxil yang diminum 7 jam sebelum hubungan seks dan 1 dosis Viagra yang diminum 1 jam sebelum melakukan hubungan seks. Mereka menandai berapa lama mereka mampu melakukan hubungan seksual mulai saat penetrasi penis ke dalam vagina hingga terjadinya ejakulasi. Pada awalnya, mereka dapat memperpanjang hubungan seks paling sedikit 1 hingga 3 menit.
Mereka juga dapat mengatur kecepatan penampilan seks mereka. Awalnya mereka mengalami ejekulasi lebih cepat separuh waktu dari lamanya hubungan seks yang biasa terjadi pada pria-pria normal.
Pada akhir penelitian, 56 dari 58 penderita tersebut mampu melakukan hubungan seks selama lebih dari 3 menit dan ini terjadi banyak kali.
Telah diketahui pengaruh seksual merupakan efek samping Paxil, yaitu menyebabkan memperlambat waktu ejakulasi. Bagaimana dengan Viagra? Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan penggunaan Viagra pada kasus-kasus ejakulasi dini, kata Juza Chen, MD seorang penulis pada penelitian ini. Beliau dari Pusat Kesehatan Sourasky Tel Aviv di Israel.
Salah satu kemungkinan adalah Viagra bekerja pada bagian otak yang mengontrol ejakulasi. Fungsi ini melibatkan nitrit oksida. Terlalu banyak nitrit oksida akan menghambat ejakulasi. Viagra menyebabkan kadar nitrit oksida tubuh meningkat sehingga membantu pria-pria mencapai ereksi. Juza menambahkan, beberapa bukti ilmiah menunjukkan Viagra meningkatkan kadar nitrit oksida di otak, walaupun tidak pasti.
?Kemungkinan lainnya Viagra menurunkan kesensitifan kulit kepala penis,?kata Juza.
Arnold Melman, MD pimpinan bagian urologi pada Pusat Kesehatan Montefiore di New York City mengatakan bahwa ia meragukan kemungkinan efek Viagra pada penderita ejakulasi dini. Ia menambahkan lagi,?Anda mengira jika penis Anda sangat keras ereksinya maka sensitifitas kulit penis akan berkurang??
Viagra kemungkinan memiliki pengaruh psikologis: Dengan ereksi yang keras, maka mereka lebih percaya diri dan dapat mengontrol ejakulasinya. Melman mengatakan masih dibutuhkan penjelasan lebih lanjut.
|