Lebih dari 60% hubungan gelap terjadi di kantor. Jam kerja yang makin panjang menambah jumlah pasangan selingkuh. Lebih dari setengah kasus itu berlanjut di tempat tidur (ML). Mengomentari hasil survei majalah New Women itu, penulis buku Master Dating, Lisa Helmanis mengatakan, cara hidup modern memungkinkan seseorang memperhatikan calon pasangan kencan dalam waktu kurang dari lima menit di keramaian bar, dan langsung bisa memutuskan orang itu 'nyambung' atau tidak. Dari segi hubungan personal, kantor adalah lingkungan yang tidak mempunyai tekanan, sehingga rasa tertarik dengan lawan jenis mulai terbangun perlahan. Pertemuan rutin dengan kawan kerja di pantry selama 15 menit untuk membuat minum, bisa berlanjut menjadi hubungan cinta yang panas, bahkan lebih panas daripada mesin fotokopi. Lantaran tidak ingin jadi gosip, biasanya pasangan ini mengubah lokasi pertemuan secara berkala. Tidak lagi dekat mesin fotokopi, tetapi mulai memilih tempat yang lebih netral dan romantis, seperti restoran atau sekadar nongkrong di kafe selepas jam kantor. Hanya saja perlu diingat, jika salah satu atau mungkin kedua insan ini sudah memiliki pasangan resmi di rumah, asmara kantor adalah alasan utama Anda tersingkir dari daftar promosi jabatan. Rambu-rambu lain adalah, jangan menebar asmara pada lebih dari dua kolega. Itu pun salah satunya ditempatkan pada slot percintaan jangka panjang, dan satunya bisa saja hanya teman 'dekat-dekatan' saat outing ke luar kota. Perlu diperhatikan pula peraturan perusahaan. Beberapa kantor sangat ketat menjaga moral. Jika keterlaluan, amat sayang jika Anda dipanggil bagian SDM gara-gara rajin tebar pesona. Lagi pula, asmara jenis ini bisa menjadi bensin pada politik kantor. Seperti saran Helmanis, agar kisah percintaan ini aman, awet dan terus menjadi doping kerja, maka harus tetap diletakkan dalam porsi urusan kantor. Jika benih percintaan subur, pastikan untuk menghasilkan buah manis
Users' Comments (0)
|
|
|