|
Oleh : Eddy Hasby Foto jurnalistik yang baik tidak hanya sekedar folus secara teknis, namun juga fokus secara cerita. Fokus dengan teknis adalah gambar mengandung tajam dan kekaburan yang beralasan. Ini dalam artian memenuhi syarat secara teknis fotografi. Fokus secara cerita, kesan, pesan dan misi yang akan disampaikan kepada pembaca mudah dimengerti dan dipahami. Kelompok kerja PWI bidang Foto Jurnalistik penah membuat suatu rumusan di untuk menilai sebuah foto jurnalistik yang dilihat dari kuat lemahnya sosok penampilan foto berita ialah : 1. Kehangatan/Aktual Sesuai dengan prasyarat umumnya sebuah berita, subyeknya bukan merupakan hal basi, sehingga betapapun suksesnya pengambilan sebuah foto bila tidak secepatnya dipublikasikan, sebuah foto belumlah memiliki nilai berita.
|
|
|
langkah2 untuk meminimalkan noise gambar : * Membeli DSLR: Terlepas dari harganya yang cukup mahal, sensor DSLR memang memiliki ukuran yang lebih besar dari kamera pocket. Jadi, setiap pixel lebih besar. Kedua kondisi ini membuat DSLR menghasilkan noise lebih kecil daripada kamera pocket. Untuk pilihan ekonomis, pilihlah DSLR kelas entry level. * Menurunkan ISO: Fotografer pemula seringkali memilih angka ISO yang sangat tinggi untuk kondisi cahaya yang minim. Hal ini dapat dimaklumi karena tujuannya adalah untuk memperoleh waktu exposure yang cukup. Prinsipnya sudah benar. Namun jangan berlebihan. Apalagi ISO 800 sudah memadai untuk shutter time yang singkat, untuk apa memilih ISO 1600. * Cahaya Lebih Terang: Apabila foto yang dipotret dalam kondisi gelap ingin dibuat lebih terang, biasanya cara ini dilakukan dengan menggunakan software foto pada PC. Namun, apabila gambar yang gelap diterangi dengan cara ini, noise gambar akan meningkat drastis. Seringkali muncul noise baru yang sebelumnya tidak kelihatan. Untuk memperoleh hasil yang diinginkan, objek harus dibuat seterang mungkin. Anda dapat menggunakan sebuah histogram sebagai alat bantu.
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 25 - 26 of 26 |