Teknik special effect di masa awal-awalnya, terlihat palsu dan konyol. Misalnya untuk karakter monster dalam film The Seven Voyages of Sinbad and Jason and the Argonauts. Di film ini, monster digambarkan terlalu kaku dan tampil terlalu ”manusiawi” secara visual. Hal itu membuat penampilan monster tidak menakutkan. Stop action, kemudian disusul oleh teknik go motion yang dipelopori oleh George Lucas. Dalam teknik ini, model digerakkan selama clicks. Namun hasilnya adalah gambar yang buram, namun impresi realistisnya lebih kena. Lucas pertama kali mencoba teknik ini di film ”Dragonslayer” keluaran tahun 1981. Namun teknik stop action dan go motion secara cepat tersingkir oleh teknik computer animation. Rilis film ”Jurassic Park” pada tahun 1993 yang banyak mengunakan computer animation untuk menggerakan dinosaurus, menginspirasikan banyak sutradara lain untuk membuat special effect menggunakan computer animation.
|
|
Movie Poster dari Masa ke Masa Movie poster adalah alat promosi utama yang diterbitkan oleh studio film. Bioskop yang memutar sebuah film biasanya memasang poster ukuran raksasa film tersebut di luar gedung untuk menarik perhatian calon penonton. Sedangkan poster berukuran lebih kecil diletakkan di dalam loby bioskop. Setelah masa tayang film di bioskop telah usai, movie poster biasanya menjadi barang berharga para kolektor, sering kali diproduksi ulang untuk memenuhi permintaan pencinta film. Movie poster dulu memiliki standar khusus. Biasanya gambar yang ditampilkan adalah snapshot dari adegan di film tersebut. Biasanya gambar yang diambil adalah dari adegan yang menampilkan semua karakter dalam film, atau adegan yang merupakan plot penting. Sedangkan untuk text copy-nya, hampir sama seperti standar poster modern. Porsi terbesar didapat oleh judul film, diiringi dengan deskripsi singkat. Nama studio dan sutradara akan muncul dengan huruf kecil. Contohnya: ”Maxfield Studios presents H.B. Dunwoody’s CRY OF THE WILDEBEAST, a gripping tale of life and death in the Alaskan Wilderness!”
|
|
Alfred Hitchcock adalah seseorang yang dianggap sebagai salah satu sutradara terbesar dan paling berpengaruh sepanjang masa khususnya untuk genre suspense. Ia telah menyutradarai lebih dari 50 film, dan itu dimulainya sejak era film bisu di Inggris pada tahun 1920an. Cerita-cerita yang digarap Hitchcock sering kali dikaitkan dengan pengalamannya di masa remaja tepatnya dengan ”sistem pendidikan” yang diterapkan ayahnya. Ayah Hitchcock sering kali menyuruh Hitchcock kecil ke kantor polisi setempat sambil membawa sebuah notes dari ayahnya. Setelah polisi membaca notes tersebut, Hitchcock dimasukkan ke penjara selama beberapa menit. ”Sistem pendidikan” ini seringkali terlihat menjadi sumber inspirasi di banyak film Hitchcock yaitu keberadaan tokoh otoriter yang tidak dapat dipercaya, baik sebagai orang tua atau sebagai polisi. Banyak film-filmnya yang mengandung unsur tematik yang mirip, yaitu seorang tokoh protagonis dituduh melakuka tindak kriminal dan harus mencari jalan untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Atau tema lain lagi, seorang protagonis yakin bahwa ia telah melakukan sebuah tindak kriminal, dan disebutkan kemudian bahwa indak kriminal itu dilakuan dalam keadaan tidak sadar atau karena memang direncanakan oleh orang lain sehingga si protagonis percaya bahwa dia sendiri pelakunya. Tema ini pertama kali ia aplikasikan di film “The Lodger.” Untuk selanjutnya Hitchcock pun mulai memasukan unsur humor dalam filmnya dan film tersebut mendapat sambutan positif dari para kritikus film. Film apa itu dan bagaimana ceritanya, simak di artikel berikutnya.
|
|
Film pendek… seperti yang kita tahu ini adalah salah satu bentuk film paling simple tapi juga paling kompleks. Film pendek pada awal berkembangnya sempat dipopulerkan oleh komedian macam Charlie Chaplin. Pada tahun 30an, film pendek sempat mengalami kisruh. Perusahaan film besar yang memproduksi film pendek memanfaatkannya untuk tujuan komersil. Perusahaan film yang memiliki jaringan bioskop sendiri seringkali menjual film pendek ini pada bioskop-bioskop lain dan film tersebut dijual dalam satu paket yang mengharuskan bioskop-bioskop tersebut juga menayangkan feature yang mengkomersilkan nama perusahaan tersebut. Pada akhirnya kualitas film pendek pun jadi merosot. Praktek ini disebut block booking dan pada akhirnya dinyatakan illegal oleh US Supreme Court. Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut, film pendek kembali populer. Sejak saat itu, film pendek adalah sepenuhnya lahan milik para sineas independent. Produsen film besar juga masih memproduksi film pendek, namun hanya untuk special project dan bukan untuk tujuan komersil.
|
|
|
Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang wajib di pertanyakan sesudah menonton sebuah film? - apa persoalan utama atau fokus film? apakah pada Plot, karakter, emosi, ide, atau yang lain.
- Jika film berputar pada satu karakter unik, jelaskan ke unikan karakter tersebut?
- Jelaskan Mood atau efek emosional yang mendominasi keseluruhan film?
- apa yang ingin di capai oleh pembuat film ? memberikan hiburan semata, menunjukan arah kebenaran hidup, propaganda, mengkritik sifat manusia atau lembaga pemerintahan, dll.
- pesan apa yang ingin di sampaikan oleh film tersebut?
- apakah tema yang di angkat menarik secara moral atau membosankan?
- apa yang membuat film ini masuk akal/ logis?
- apa yang membuat film ini menari untuk di tonton? di mana letak titik menariknya? dapatkan anda menyebutkannya lebih dari 5?
- apa yang membuat film ini membosankan? dimana titik membosankan itu? dapatkah anda menyebutkan lebih dari 5?
- apakah film ini berhasil menjelaskan apa yang ingin di sampaikan? apakah anda mengerti keseluruhan cerita? kalo tidak, kenapa? dimana letak kesalahannya?
- jika di film ini mengunakan flash back (kilas balik) apa kegunaanya? apakah pengunaanya efektif?
- simbol-simbol apa saja yang digunakan di film ini? apakah simbol ini mewakilkan atau tidak?
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 8 - 12 of 12 |